Kenapa Maradona terkenal akan gol tangan Tuhan? Adakah pemain bola selain Maradona yang pernah melakukan hal yang sama?
Diego Armando Maradona pernah mencetak gol dengan menggunakan tangannya ketika melawan Inggris di Piala Dunia 1986. Lalu apa yang membuat "Gol Tangan Tuhan" Maradona ini menjadi fenomenal?
Pada tahun 80-an, suhu politik antara Argentina dan Inggris tengah memanas akibat Perang Malvinas
. Perang tersebut terjadi akibat perebutan gugusan pulau yang sering disebut Kepulauan Falkland atau Kepulauan Malvinas (versi Argentina). Kepulauan ini secara geografis berada di Samudra Atlantik Selatan atau terpisah 483 km dari daratan Argentina. Perang ini akhirnya dimenangkan oleh Inggris setelah Argentina menyatakan menyerah pada 14 Juni 1982 dan secara de jure Kepulauan Falkland (Malvinas) resmi menjadi milik Negeri Ratu Elizabeth. Tak berhenti di situ, Argentina sendiri memilih untuk memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Britania Raya.Di tengah panasnya hubungan kedua negara ini, empat tahun kemudian Argentina kembali bertemu dengan Inggris kali ini di atas lapangan sepakbola. Pada 22 Juni 1986, dilangsungkan pertandingan perempat final Piala Dunia yang berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City. Albiceleste saat itu melaju ke perempat final setelah mengalahkan Uruguay 1–0 di babak 16 besar. Dan di fase grup yang berisi Italia, Bulgaria, dan Korea Selatan mereka lolos dengan status juara grup setelah menang 2 kali dan imbang melawan Italia. Sementara Inggris yang di fase grup menghadapi Maroko, Polandia, dan Portugal hanya lolos dengan status runner up setelah hanya mampu menang, imbang, dan kalah masing - masing satu kali. Di babak 16 besar, The Three Lions menggasak Paraguay dengan skor 3–0.
Baik Argentina dan Inggris saat itu bukanlah unggulan untuk menjadi juara pada turnamen tersebut. Tim Tango memang sempat menjadi juara 8 tahun sebelumnya, tetapi banyak yang menganggap keberhasilan mereka karena pengaruh tuan rumah dan Junta Militer yang berkuasa saat itu seperti bermain curang
. Italia dan Jerman Barat yang merupakan juara dan runner up Piala Dunia sebelumnya jauh lebih diunggulkan. Brasil yang saat itu dilatih Tele Santana yang bermain impresif empat tahun sebelumnya juga masuk dalam daftar unggulan. Tak lupa juga Prancis yang menjadi juara Euro 1984 patut diperhitungkan.Pada pertandingan yang dipimpin wasit Ali Bin Nasser asal Tunisia tersebut, kedua tim sama - sama gagal menciptakan gol di babak pertama. Ketika babak kedua memasuki menit 51, Maradona yang menerima sodoran bola dari rekannya di lini tengah menggiring bola melewati 3 pemain Inggris dan mendekati kotak penalti, Sebelum memasuki kotak penalti, Diego memberikan bolanya ke kanan kepada Jorge Valdano. Tetapi kontrol bola Valdano tidak sempurna dan bola langsung disapu oleh bek Inggris. Tapi sayang, sapuannya justru mengarah ke gawangnya sendiri. Kiper Inggris Peter Shilton berusaha meninju bolanya agar menjauh dari gawang. Tetapi Maradona yang setelah melepas umpan kepada Valdano masih terus berlari kegawang seolah mendapat "assist" dari sapuan tidak sempurna tersebut. Shilton yang berusaha mengamankan bola kalah cepat dari Maradona yang juga melompat tetapi menggunakan tangannya juga untuk mendorong bola ke gawang.
Sebelum foto ini beredar luas, banyak yang tak menyangka bagaimana bisa Maradona yang hanya bertinggi 165 cm bisa memenangi duel udara melawan Shilton yang 20 cm lebih tinggi darinya ditambah Shilton bisa menggunakan tangannya. Wasit Ali Bin Nasser dan hakim garis sendiri saat itu tidak berada di tempat yang tepat untuk menyaksikan kejadian tersebut. Gol pun dianggap sah dan Argentina memimpin diikuti protes keras dari pemain Inggris.
Pada sudut pandang yang lain bahkan wasit dan hakim garis tidak ada pada gambar di atas.
4 menit berselang, Argentina menggandakan keunggulan lewat gol kedua Diego. Pemain bernomor punggung 10 ini mencetak gol indah yang dinobatkan sebagai "El Gol del Siglo" atau Gol Terbaik Abad Ini. Maradona yang mengecoh dua pemain lawan di daerah pertahanan sendiri terus berlari ke sisi kanan. Selanjutnya dia melakukan sedikit cutting inside dan melewati 3 pemain lagi termasuk kiper Peter Shilton. Total dia melewati 5 pemain sebelum mencetak gol. Argentina 2, Inggris 0, The Three Lions sendiri akhirnya memperkecil ketinggalan pada menit 81 lewat sundulan Gary Lineker. Sampai pertandingan berakhir, skor tetap 2–1 untuk Tim Tango dan mereka melaju ke semi final untuk melawan Belgia.
Belgia berhasil mereka kalahkan 2–0 lewat dwigol Maradona. Selanjutnya mereka bertemu Jerman Barat di partai puncak. Meski tidak mencetak gol di final, Argentina tetap menang 3–2 dan meraih titel Piala Dunia keduanya. Diego Maradona sendiri saat itu mengakhiri turnamen dengan 5 gol (terbanyak kedua setelah Gary Lineker) dan 5 assist. Dia pun terpilih sebagai pemain terbaik di turnamen tersebut.
Adakah pemain yang pernah mencetak gol dengan tangan lainnya selain Maradona?
Ya ternyata masih dilakukan oleh orang Argentina juga yang ternyata titisannya sendiri, Lionel Messi. Messi yang pada awal kemunculannya sering disebut titisan Maradona pernah melakukannya ketika melawan Espanyol di ajang La Liga 2006/07.
Mengapa Gol Tangan Tuhan lebih identik dengan Maradona, bukan pemain lain yang pernah melakukan hal serupa?
- Gol Tangan Tuhan Maradona dilakukan pada ajang sebesar Piala Dunia sehingga jauh lebih bergengsi daripada pemain lain. Sebut saja Messi yang hanya melakukannya di La Liga.
- Saat itu negara Argentina tengah dalam kondisi terpuruk setelah pada masa kepemimpinan Diktator Videla yang kejam membuat rakyat cukup menderita. Rezim Videla cukup kejam, mereka sering melanggar hak asasi manusia dan membunuh orang - orang yang melawan pemerintahan Junta Militer tersebut ditambah lagi dengan perang kotor yang dilakukannya. Diperparah dengan "dipermalukan" oleh Inggris dalam Perang Malvinas. Kemenangan Argentina di Piala Dunia saat itu seperti menuntaskan dendam mereka terhadap Inggris, di mana Maradona menjadi aktornya. . Ditambah keberhasilan mereka menjadi juara membuat kepercayaan diri rakyat Argentina pulih kembali dan mereka menemukan kebanggaan kembali sebagai orang Argentina.
- Piala Dunia 1986 memang bukan trofi Piala Dunia pertama Argentina, pada tahun 1978 mereka pernah memenanginya. Tetapi pada 1978, di mana mereka juga menjadi tuan rumah banyak hal - hal kotor yang dilakukan permerintahan Videla untuk menjadi juara. Sehingga Mario Kempes yang menjadi bintang di Piala Dunia saat itu tidak terlalu disorot. Sementara pada 1986, Albiceleste yang meraih trofi keduanya dianggap menang lewat perjuangan mereka sendiri. Maradona yang saat itu menjadi kapten berkontribusi banyak untuk timnya lewat 5 gol dan 5 assist sekaligus menjadi pemain terbaik. Oleh karena itu Diego Maradona dianggap sebagai Dewa Sepakbola bagi Argentina, bukan yang lain termasuk Lionel Messi dan juga Kempes yang notabene sama - sama membawa negaranya meraih trofi Piala Dunia.
Komentar
Posting Komentar